Kamis

Konflik Nada

Ucapan tidak pernah berteman dengan tulisan meski berjalan beriringan, adalah tanda baca dan kecerdasan seseorang yang memisahkan dunia mereka.

Pencarian akan intonasi sering menjadikannya konflik antara ucapan dan tulisan. Dimana letak nada yang sewajarnya diwakilkan angka saat sebuah gumaman, erangan atau apapun itu bermain main dengan tanda '!' atau '?'

Contoh saya sendiri yang seringkali terjebak dalam permainan nada hardcore yang mestinya pop. Mungkin saya tidak secerdas yang saya tulis. Tapi menyalahkan situasi menjadi satu alasan tambahan pemisah ucapan dan tulisan akan menjadikan saya manusia yang lebih tidak cerdas lagi.

Dalam kaedahnya silaturahmi, bersalaman, berpelukan, cipika cipiki atau apapun asal bersentuhan setidaknya bertatapan mata langsung dianggap sudah tertinggal eranya. Teknologi hadir menjadi kepanjangan mata bagi silaturahmi.

Katakanlah saya kuno, tapi nyatannya saya juga penggemar teknologi buat kemudahan-kemudahan itu. hahahaha....

Semoga mata tetaplah selalu menatap mata saat berucap dan tidak menatap layar layar tak bernafas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar